Assalamu'alaikum Wr.Wb
Sepulang kantor, tepat jam 4 sore tgl 31 Agustus 2010, kami berencana pergi untuk kekota Blitar. Perjalanan berangkat kami mampir bersih-bersih badan, sholat magrib dan isya serta buka puasa di bilangan by pass Mojokerto.
Perjalanan berangkat lancar, aq tiduran aja di jok belakang karena kantuk dan cape.
Sampai di Blitar jam menunjukkan 21:30 Wib...
Lalu jam 22:00 Teng, kami pamit kepada mbah Kusman untuk balik langsung ke Sby....
belum lama mobil dikendarai, tiba-tiba sampai wates Kediri, mesin mobil berhenti dan blep-blep... duh.. sangat sedih rasanya..... hari uda malam banget, gag ada orang satupun, ketika kap mobil dibuka, ternyata busi ada yang lepas satu.
Aneh bin ajaib kenapa bisa lepas.. itu aja pertanyaan dari benak kami, krn mobil ini dari bengkel baru turun mesin, uda persiapan buat mudik/jarak jauh....
dengan kesibukan suami mencari busi yang mencelat ditengah kegelapan malam, dan rasanya tidak masuk akal jika busi itu ketemu, krn jalanan gelap sekali... namun kalo di stater, bunyinya kaya motor keras banget...
Disaat kepanikan itu, segera memoriku menerawang.... harusnya aq tadi engga disini... harusnya aq tadi berangkat ke masjid, harusnya aq tadi tadarus.. harusnya aq tadi lebih mementingkan urusan malam 10 hari terakhir.. harusnya... terdengar.. sayup-sayup orang mengaji dari 2 masjid yang berbeda...........
sedih... sekali rasanya,,, mengapa aq bisa disini... dipinggir jalan, ditempat orang yang sangat tidak kukenal, saya tidak tahu tempat ini, dan sangat gelap....
lalu, jam sudah menunjukkan pukul 23:30, pemilik rumah keluar.. rupanya beliau terbangun karena suara kami... lalu kami ditanya "Kenapa.. apa ada yang rusak?" lalu suami ku menjawab.. "businya lepas dan hilang pak, bisa pinjam senter???"
Saya melihat dirumah itu terdapat mushola, namun dibawah pohon dan gelaaap sekali...
akankah aku bermalam dikota ini, jika semalam ini tidak ada bengkel yang buka... aduch.. udara sangat dingin menyayat... suami resah mbetulin mobil serta mencari busi yang hilang dibantu oleh bapak pemilik rumah itu, tidak ketemu-ketemu.....
Tak henti-hentinya saya berdo'a mohon ampun dan lain sebagainya... kesedihan yang luar biasa.. tidak pernah mengalami seperti ini, harapan saya semoga tidak lagi mengalami hal semacam ini.
Syukur yang tak terduga, biasanya perjalanan lancar.. berarti nikmat Allah swt tiada tara.. jurstru dengan keadaan demikian, Allah swt sedang menunjukkan nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada Kami, Kami tetep bersyukur.. cuma ingat.. besok harus ngajar jam 7 pagi, kalo bermalam dikota ini, aq alamat gag bisa ngajar..gag masuk/terlambat dan uda bayangin susah payahnya harus cari bengkel dst..
namun Alhamdulillah, saya merasakan ada mukjizat Do'a seperti ini, beberapa pemuda berdatangan, dan suami diantar oleh bapak pemilik rumah itu ke Pak RT yang katanya punya bengkel.... lalu diketuk rumah pak RT itu, beliau mengotak-atik dan pergi entah kemana mencari busi...yang cocok...
saya tetap berdo'a semoga upaya berhasil... rasanya ingin menangisssssss....... menyadari kesalahan... dan mengambil hikmah ini sebagai Hidayah dari Allah, Teguran dari Allah swt, bahwa kalau bulan Romadhon setidaknya Sholat Tarawih di Masjid dulu, baru pergi melanjutkan perjalanan.
Jangan sedikitpun meremehkan ibadah2 yang sudah ditetapkan olehNya, walau.. menurut saya kalau teraweh masih bisa nanti... sekali lagi jangan menunda kepentingan akherat.
Kami sangat bersyukur, bahwa pukul 00:30 teng, mobil sudah bisa digunakan kembali.. disaksikan oleh 5 orang penduduk sekitar yang tingkat kesadaran/kemanusiaan/solidaritasnya begitu tinggi, terimakasih yang tak terhingga.. kami mendapat tambahan sodara dari kota yang berbeda... walau mereka tidak mengenal kami,,, namun mereka rela dan mau membantu dengan rasa ikhlas... sangat tidak ada hasrat untuk ingin dibalas...
Terimakasih Allah swt.. telah Engkau berikan pelajaran yang berharga di tikungan Wates Kota Kediri di Bulan Ramadhan 1431 H ini. Astaqfirullahaladziiimm.. ampuni kamiii.. gusti.....
Wassalamu'alaikum Wr.wB