Assalamu'alaikum Wr.Wb
ini tentang pengamen2 yang sengaja lewat dirumah anda dan berniat mengganggu istirahat dan ketenangan Anda.
Yah bener aja menurut pendapat saya, tentang tulisa2 di area perumahan, dimana diberi portal trus dikasih tulisan "Dilarang masuk, bagi pengamen, pengemis, pemulung".
Segitunya, 3P ini begitu mengganggukah?
Kalau pekerjaan mereka bener siy, mungkin orang akan dengan senang hati memberi.
Untuk apa siy barang bekas dianggurin dirumah, kalau tidak diberikan ke pemulung.
Untuk apa siy uang receh2 berceceran dirumah kalau tidak diberikan ke pengamen dan pengemis.
Namun kalau 3P ini sudah berubah fungsi, ya usir aja deh...
Saya sudah beberapa kali memergoki, pengamen yang sambil nyanyi tapi matanya jelalatan ngeliat motor dihalaman rumah, lalu pernah juga mergoki pengamen yang sambil nyanyi tangannya nyanyil mbuka2 slot pagar rumah orang.
Dan... buktinya laptopku juga ilang raib dikamar tamu waktu sebentar saya tinggal beli Aqua galon ditetangga depan rumah. Waktu itu jam 6 pagi.
Dan juga, temen saya yang punya usaha showroom komputer, demikian pun adanya..dia tinggal di Pucang, dan laptopnya hilang dimeja. Pada jam 6 pagi juga..
Udah saya sarankan usir aja, pengamen2 yang datang disaat waktu2 ribet, disaat waktu sibuk, disaat waktu sholat.. dan curigai juga orang yang nyelonong masuk rumah anda ketika sedang banyak tamu. Dipikir mereka adalah tamu juga.. tapi tamu tak diundang.
Ok Salam hati2 dan waspada... (buat saya juga tentunya)...
Wa'alaikum salam wr.wB
Monday, March 30, 2009
Thursday, March 5, 2009
Aku Mantu
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Aq wis mantu piro yo :-)
Mahasiswa Bimbinganku wis podo nikah,
diawali dengan Dedy dan Aries (Unesa), uda punya baby,
Yudho Pratikto (yang skarang di Pelindo), uda punya baby juga...
yang berarti aku uda punya cucu berapa niy.. hehe...
Lalu diawal tahun ini, yaitu di bulan Januari 2009,
Andi Risky (yang skarang di Telkom Jakarta)
minta do'a Restu mempersunting gadis malang,
dan disusul oleh Deny Boy Arifianto (yang skarang berkarya di Bank Maspion Malang) yang bulan Maret 2009,
kemarin mempersunting gadis jember dan bulan ini Umaya (Axioo) mengundangku untuk hadir di acara pernikahannya. Aku uda beberapa kali ketemu dengan calonnya.
Dan beberapa anakku yang lain menyusul menikah doni, tino, agus, acep :-)
Kenapa aku bilang mantu?
Anak-anak itu manggilnya ke aq... Bu..Bu...Ibuk...
ada yang panggil Mi..Mami...
bahkan ada yang panggil Bunda...(yang ini di UPN:-)
Trus sebagai layaknya anak ke Ibunya,
kadang mereka juga menceritakan tentang pacarnya alias calonnya,
kadang juga diajak dolan main silaturohmi ke Rumah untuk dikenalin ke saya... ya..gitu deh...
Apa Ogut uda tua kali ya... koq uda mantu haha...
Engga....Engga.. (sedikit menghibur...) niy
dulu waktu jadi dosen terlalu muda kali ya...
dulu tahun 95 disaat masih semester2 awal kuliah, sudah ngajar2 di Lab gitu
sebelum wisuda dan mendekati wisuda uda disuruh jadi dosen tetap di STIKOM,
Sehingga umur 24 uda jadi dosen
(terlalu muda banget kan ya...)... hehe.. ada aja...
ti..ti(yang ti..) *glek*
Wa'alaikum Salam Wr.Wb
Aq wis mantu piro yo :-)
Mahasiswa Bimbinganku wis podo nikah,
diawali dengan Dedy dan Aries (Unesa), uda punya baby,
Yudho Pratikto (yang skarang di Pelindo), uda punya baby juga...
yang berarti aku uda punya cucu berapa niy.. hehe...
Lalu diawal tahun ini, yaitu di bulan Januari 2009,
Andi Risky (yang skarang di Telkom Jakarta)
minta do'a Restu mempersunting gadis malang,
dan disusul oleh Deny Boy Arifianto (yang skarang berkarya di Bank Maspion Malang) yang bulan Maret 2009,
kemarin mempersunting gadis jember dan bulan ini Umaya (Axioo) mengundangku untuk hadir di acara pernikahannya. Aku uda beberapa kali ketemu dengan calonnya.
Dan beberapa anakku yang lain menyusul menikah doni, tino, agus, acep :-)
Kenapa aku bilang mantu?
Anak-anak itu manggilnya ke aq... Bu..Bu...Ibuk...
ada yang panggil Mi..Mami...
bahkan ada yang panggil Bunda...(yang ini di UPN:-)
Trus sebagai layaknya anak ke Ibunya,
kadang mereka juga menceritakan tentang pacarnya alias calonnya,
kadang juga diajak dolan main silaturohmi ke Rumah untuk dikenalin ke saya... ya..gitu deh...
Apa Ogut uda tua kali ya... koq uda mantu haha...
Engga....Engga.. (sedikit menghibur...) niy
dulu waktu jadi dosen terlalu muda kali ya...
dulu tahun 95 disaat masih semester2 awal kuliah, sudah ngajar2 di Lab gitu
sebelum wisuda dan mendekati wisuda uda disuruh jadi dosen tetap di STIKOM,
Sehingga umur 24 uda jadi dosen
(terlalu muda banget kan ya...)... hehe.. ada aja...
ti..ti(yang ti..) *glek*
Wa'alaikum Salam Wr.Wb
Tuesday, March 3, 2009
Via Cikampek
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Kemarin Kamis tanggal 26 Februari 2009, tepatnya jam 4 sore setelah beberapa hari ngebut bikin penelitian Penerapan Iptek (targetnya harus selesai dulu, baru pulang ke Tasik), Kereta Mutiara Selatan berangkat ke Bandung.
Ini juga ceritanya menambah rasa cape dibadanku, setelah pulang dari tasik harus banyak-banyak dooping alias vitamin, minum susu dan makan yang cukup.
Rasanya masih lemas banget lo, dengan perjalanan ini.
Ke Tasik, Ijin 1 hari karena ada keperluan keluarga, acara 40 harinya ayah mertua Bp. Oyon Eje. Karena kami yang dapat tugas untuk mencetak buku yasin dan tahlil di Surabaya, maka kami harus mengantarnya kesana.
Ibu Saya ikut, karena emang uda 3 tahun tidak pernah kesana.
Ya itu kasihan banget, karena kereta engga lewat TAsik.
Wow.. kaget aja, ketika kereta mau berangkat kurang 5 menit, kami beli tiket dan petugas mengatakan "Kereta tidak lewat Tasik", tapi lewat Cikampek dan trus ke Bandung.
Lalu dengan gerak cepat, saya tawarkan ke Ibu, bu.. ini Engga lewat Tasik, tapi ke Cikampek dan Ke Bandung, Ibu jadi ikut atau tidak???
Ibu saya tidak tahu, dipikir Bandung-Tasik itu dekat... dan bilang "Iya ikut dong..."
Jalur yang tidak normal itu dikarenakan ada jalur yang longsor. Jalur yang longsor itu di Garut. Sebelum hari itu, Kereta jurusan Bandung turun di TAsik semua, lalu di Oper pakai Bus. Rupanya PJKA mengalami kerugian kalau hal ini dilanjutkan. Lalu diambil alternatif untuk jalur Purwokerto-Cirebon-Cikampek-Bandung.
Emang Bandung-Tasik itu dekat, paling lama 3 jam. Kalau biasanya sampai Tasik jam 3 pagi, maka sampai Bandung jam 6 Pagi. dan Paling ke Tasik jam 9 pagi uda sampai, gitu kan??
T e r n y a t a....
Jalur yang tidak normal itu menyebabkan kereta jurusan ke Bandung itu datangnya juga telat. Sampai Bandung baru jam 10 siang.
Cikampek jauh banget ey... serasa mau ke Jakarta. Capek sekali...yang masih muda aja engga sabar hehe... ada penumpang mahasiswa ITB dan UNPAD telpon ke mamanya dan bilang "Aduh mama, kasihan anakmu terlunta-lunta....", padahal itu turun Bandung...
Nah karena bete di Kereta, Makasih tante feb... uda nelpon, cuap2 di telpon, Bu Asti sudah sampai mana? Aku jawab masih dikereta Feb, dan ini engga mampir Bandung tapi hanya singgah aja trus langsung ke Tasik.
Dengar kalimat Tasik, kedua mahasiswa tadi langsung nyeletuk "Hhhhhaaa.. masih ke Tasik..., cape de..." Balik lagi dunkk.....
Setelah sampai Bandung, Ibu pengen mampir ke Kartikasari dan belanja oleh2...jam 11:30 baru berangkat ke Tasik. Ya rasanya badan ancur deh... waktu berangkat seperti uda masuk angin, engga sempat mandi, trus sampai Bandung Siang lagi, rasanya badanku engga karuan. Tapi uda biasa nekat gitu ya... jadi seakan-akan cuma bawa badan aja niy... Tapi salut buat mamiku... walau uda usia 65 tahun, tetep kuat dan tahes. Di Bis menuju Tasik, jalan menggak-menggok kepalaku jadi pusing. Dan aku juga harus pijet-pijet punggung ibuku agar beliau tidak kerasa sakit kepala.
Yah gini repotnya engga naik mobil sendiri, ribet dengan barang bawaan, susah ngatur posisi duduk dan kerasanya kalau mau ke Toilet harus bisa nahan gitu deh... tapi aku punya tips khusus, minumnya jangan banyak2.
Baru kali ini kita ke Tasik dengan susah payah, harusnya sampai jam 3 pagi, sampai tasik baru jam 3 siang. Tapi anehnya sesampai di Tasik, rasa pegal2 itu hilang. Badan jadi seger dan engga kerasa capek. Mungkin didukung oleh suasana alam yang asri... dan disana hujan rintik-rintik (kaya hujan orang kaya yang engga butuh apa2, cuma bisa tidur dan nyantai dirumah kata ibu...haha..).
Yah disana, biasanya cuma tidur2an, ketemu sodara-sodara, makan camilan, nonton TV dst.. Baru besoknya kita belanja ke pasar untuk keperluan acara 40 harinya apak.
Setelah dari pasar, barang2 yang mau diberikan ke jamaah udah selesai dikemas. Dan ketika magrib diantar ke Masjid. Tempat Yasin dan Tahlil untuk mendoakan Apa. Setelah selesai membagikan buku dan bingkisan kami pulang.
Ini memang bedanya, kalau di keluarga saya alirannya Muhammadiyah yang notabene engga pernah ada pake yasinan, dan keluarga suami yang ada unsur beda aliran. Walaupun salah satu dari kakak ade juga beraliran Muhammadiyah, namun kami saling membantu untuk bisa mewujudkan apa yang menjadi kepercayaan orang tua dan keluarga kami.
Saling menghargai dan menghormati perbedaan dengan segenap pengertian dan cinta kasih. Agar semuanya bisa berjalan dengan lancar.
Apa...selamat jalan, semoga engkau mendapatkan tempat yang sebaik-baiknya disisi Allah swt.
Kami pulang kembali ke Surabaya Minggu Pagi, tanggal 1 Maret 2009. Kereta masih belon beroperasi, maka kami putuskan untuk naik Bus. Dengan 2 kali ganti bus. Kita naik Budiman turun Jogja, dan lanjut dari Jogja ke Surabaya. Naik Bus Eka. Entah Bus yang kami naiki itu berjenis kelamin Pria atau Wanita atau Bencong Engga jelas haha... karena artinya Ambigu...
Budiman (Istrinya pak Diman, atau memang namanya Budiman, panggilannya Budi).
Eka ini anak pertama, (kadang cowok kadang bisa juga cewek).
haha...ya wis..sing paragraf terakhir jangan dibaca, usil lagi kambuh...
Wa'alaikum salam wr.wb.
Kemarin Kamis tanggal 26 Februari 2009, tepatnya jam 4 sore setelah beberapa hari ngebut bikin penelitian Penerapan Iptek (targetnya harus selesai dulu, baru pulang ke Tasik), Kereta Mutiara Selatan berangkat ke Bandung.
Ini juga ceritanya menambah rasa cape dibadanku, setelah pulang dari tasik harus banyak-banyak dooping alias vitamin, minum susu dan makan yang cukup.
Rasanya masih lemas banget lo, dengan perjalanan ini.
Ke Tasik, Ijin 1 hari karena ada keperluan keluarga, acara 40 harinya ayah mertua Bp. Oyon Eje. Karena kami yang dapat tugas untuk mencetak buku yasin dan tahlil di Surabaya, maka kami harus mengantarnya kesana.
Ibu Saya ikut, karena emang uda 3 tahun tidak pernah kesana.
Ya itu kasihan banget, karena kereta engga lewat TAsik.
Wow.. kaget aja, ketika kereta mau berangkat kurang 5 menit, kami beli tiket dan petugas mengatakan "Kereta tidak lewat Tasik", tapi lewat Cikampek dan trus ke Bandung.
Lalu dengan gerak cepat, saya tawarkan ke Ibu, bu.. ini Engga lewat Tasik, tapi ke Cikampek dan Ke Bandung, Ibu jadi ikut atau tidak???
Ibu saya tidak tahu, dipikir Bandung-Tasik itu dekat... dan bilang "Iya ikut dong..."
Jalur yang tidak normal itu dikarenakan ada jalur yang longsor. Jalur yang longsor itu di Garut. Sebelum hari itu, Kereta jurusan Bandung turun di TAsik semua, lalu di Oper pakai Bus. Rupanya PJKA mengalami kerugian kalau hal ini dilanjutkan. Lalu diambil alternatif untuk jalur Purwokerto-Cirebon-Cikampek-Bandung.
Emang Bandung-Tasik itu dekat, paling lama 3 jam. Kalau biasanya sampai Tasik jam 3 pagi, maka sampai Bandung jam 6 Pagi. dan Paling ke Tasik jam 9 pagi uda sampai, gitu kan??
T e r n y a t a....
Jalur yang tidak normal itu menyebabkan kereta jurusan ke Bandung itu datangnya juga telat. Sampai Bandung baru jam 10 siang.
Cikampek jauh banget ey... serasa mau ke Jakarta. Capek sekali...yang masih muda aja engga sabar hehe... ada penumpang mahasiswa ITB dan UNPAD telpon ke mamanya dan bilang "Aduh mama, kasihan anakmu terlunta-lunta....", padahal itu turun Bandung...
Nah karena bete di Kereta, Makasih tante feb... uda nelpon, cuap2 di telpon, Bu Asti sudah sampai mana? Aku jawab masih dikereta Feb, dan ini engga mampir Bandung tapi hanya singgah aja trus langsung ke Tasik.
Dengar kalimat Tasik, kedua mahasiswa tadi langsung nyeletuk "Hhhhhaaa.. masih ke Tasik..., cape de..." Balik lagi dunkk.....
Setelah sampai Bandung, Ibu pengen mampir ke Kartikasari dan belanja oleh2...jam 11:30 baru berangkat ke Tasik. Ya rasanya badan ancur deh... waktu berangkat seperti uda masuk angin, engga sempat mandi, trus sampai Bandung Siang lagi, rasanya badanku engga karuan. Tapi uda biasa nekat gitu ya... jadi seakan-akan cuma bawa badan aja niy... Tapi salut buat mamiku... walau uda usia 65 tahun, tetep kuat dan tahes. Di Bis menuju Tasik, jalan menggak-menggok kepalaku jadi pusing. Dan aku juga harus pijet-pijet punggung ibuku agar beliau tidak kerasa sakit kepala.
Yah gini repotnya engga naik mobil sendiri, ribet dengan barang bawaan, susah ngatur posisi duduk dan kerasanya kalau mau ke Toilet harus bisa nahan gitu deh... tapi aku punya tips khusus, minumnya jangan banyak2.
Baru kali ini kita ke Tasik dengan susah payah, harusnya sampai jam 3 pagi, sampai tasik baru jam 3 siang. Tapi anehnya sesampai di Tasik, rasa pegal2 itu hilang. Badan jadi seger dan engga kerasa capek. Mungkin didukung oleh suasana alam yang asri... dan disana hujan rintik-rintik (kaya hujan orang kaya yang engga butuh apa2, cuma bisa tidur dan nyantai dirumah kata ibu...haha..).
Yah disana, biasanya cuma tidur2an, ketemu sodara-sodara, makan camilan, nonton TV dst.. Baru besoknya kita belanja ke pasar untuk keperluan acara 40 harinya apak.
Setelah dari pasar, barang2 yang mau diberikan ke jamaah udah selesai dikemas. Dan ketika magrib diantar ke Masjid. Tempat Yasin dan Tahlil untuk mendoakan Apa. Setelah selesai membagikan buku dan bingkisan kami pulang.
Ini memang bedanya, kalau di keluarga saya alirannya Muhammadiyah yang notabene engga pernah ada pake yasinan, dan keluarga suami yang ada unsur beda aliran. Walaupun salah satu dari kakak ade juga beraliran Muhammadiyah, namun kami saling membantu untuk bisa mewujudkan apa yang menjadi kepercayaan orang tua dan keluarga kami.
Saling menghargai dan menghormati perbedaan dengan segenap pengertian dan cinta kasih. Agar semuanya bisa berjalan dengan lancar.
Apa...selamat jalan, semoga engkau mendapatkan tempat yang sebaik-baiknya disisi Allah swt.
Kami pulang kembali ke Surabaya Minggu Pagi, tanggal 1 Maret 2009. Kereta masih belon beroperasi, maka kami putuskan untuk naik Bus. Dengan 2 kali ganti bus. Kita naik Budiman turun Jogja, dan lanjut dari Jogja ke Surabaya. Naik Bus Eka. Entah Bus yang kami naiki itu berjenis kelamin Pria atau Wanita atau Bencong Engga jelas haha... karena artinya Ambigu...
Budiman (Istrinya pak Diman, atau memang namanya Budiman, panggilannya Budi).
Eka ini anak pertama, (kadang cowok kadang bisa juga cewek).
haha...ya wis..sing paragraf terakhir jangan dibaca, usil lagi kambuh...
Wa'alaikum salam wr.wb.
Subscribe to:
Comments (Atom)
.jpg)