Assalamu'alaikum Wr.Wb
Dengan Rahmat Allah swt yang telah melimpahkan segenap kesehatan, kami mengantar ibu bapak ke Semarang. Tepatnya hari Jum'at 28 Mei 2010, atau Hari Sabtu dinihari jam 3.15 kami pergi bersama-sama menuju kesemarang. Persiapan dimulai dan kami sholat subuh didaerah Tuban.
Kebiasaan kami untuk pergi dinihari dan sholat shubuh dijalan, untuk menghindari udara panas dan lalulintas yang macet.
Pemandangan lautan disepanjang pantura, sangat cerah menghibur kami.
Sesampai di Semarang, Jam 11 kami istirahat dan diberi hidangan makan siang, sholat dan bobo melepas kelelahan.
Setelah Magrib, kami ingin jalan-jalan ke kota, simpang lima. Setelah diberi hidangan makan sore, kami jalan-jalan menikmati indahnya kota semarang...
Melepas nostalgia saat saya masih kuliah di UGM, pernah bersama teman2 silaturohmi ke Semarang untuk melihat ceramah Aa Gym di waktu dini hari, nginep di Sodara Mbak Fenty, pernah juga nginep di Rumah mbak Diyah yang skarang studi lanjut ke Belanda.. menghadiri pernikahan mbak Anastasia yang saat itu rekan kami di PPTI.
Semua masih ingat didalam memoriku.. disaat yang lalu..dan pengen rasanya ngejenguk mbak Rina tapi semuanya tidak bisa saya temui....
ya mungkin memang karena kami tidak janjian ya...
kami jalan dari jam 18.30 pulang jam 21.30, jalan-jalan disepanjang kota sampai dengan naik gunung... sangat menyenangkan..
tapi waktu itu sayangnya malam hari, sehingga tak tampak gunung ungaran, hanya samar-samar...
Pulang, kami belon sempat ketemu kemanten, karena acaranya minggu siang jam 11:00. Itu artinya kalau kita menunggu malah nanti kemalaman nyampai di Surabaya. Maka kami pamitan ketuan rumah hari minggu dinihari jam 2 juga...
Kami merencanakan mampir di masjid walisongo yaitu Masjid Demak..
Disana banyak terdapat rombongan ada yang dari Bekasi dst.. ziarah ke wali-wali.
Ketika sholat Tahadjud disana, seperti ada aliran yang memasuki tubuhku... aliran darahku mendesirrr...... rada antep...... memang beda menegakkan sholat di masjid Demak ini, mungkin karena banyaknya mereka yang memanjatkan do'a disini...
Setelah itu kami berniat pulang, tapi mampir dulu di alun-alun beli mie godog.. menikmati udara malam...nikmat banget...
Sholat Tahajud di Masjid Demak, merupakan pengamalaman rohani tersendiri, sampai saya pulang..rasanya sangat senang sekali....
setelah itu kami mampir ke masjid agung Tuban, krn pernah punya janji pengen ngajak ibu ke masjid ini. Ibu sangat terkesan dengan keindahan dan kebersihan masjid ini.
Setelah itu kami menuju ke dalam, mencari tempat makam Sunan Bonang, dan setelah itu mengisi perut. Sampai di Tuban kami jam 7.30 dan kami sempatkan sekeluarga untuk Sholat dhuha. seneng.. banget.. perjalanan ini... jika kami mampir ke masjid-masjid...
makan dengan ikan kare ikan pari, suami makan cumi-cumi dan telor, ibu makan pecel dan bapak makan pecel terong dan ikan bakar... merupakan perjalanan wisata yang mengasikkan... pulang beli batik...tentu saja untuk seragam tidur dirumah hehe..dan juga beliin neng lia, dua baju batik berukuran kecil.. 3,5 th.
Sesampai di Lamongan, Suami pengen masuk ke Goa Maharani, krn aq, ibu, bpk uda pernah maka kami nunggu diluar sambil duduk2 dan jalan2 ngeliat orang2 yang jual batik dan melihat pembangunan berbasis keindahan bernuansa etnik afrika.
Setelah jam 11 teng, kami pulang kerumah, sampai rumah jam 13:30... lega.... istirahat, makan, sholat.. bobo... dan seneng.. Alhamdulillah... besok rencananya hari Sabtu mau berangkat lagi ke Blitar namun lewat malang.
Kami ingin mampir ke Batu Night Spektakuler, gak tau pulang atau perginya...
berdua kami harus sering ke Blitar untuk Therapi...
Semoga apa yang kami inginkan dapat terwujud dan dikabulkan oleh Allah swt..
Mohon do'anya ya temen2...
Wassalamu'alaikum wrwwb
Sunday, May 30, 2010
Friday, May 14, 2010
Perampok Kebahagiaan
Assalamu'alaikum Wrwb
Selama ini disadari atau tidak, kebahagiaan kita seringkali terengut oleh urusan-urusan yang tidak ada kaitannya dengan diri kita.
Kebahagiaan yang selalu kita dambakan, nyatanya sering kita patahkan sendiri.
Cobalah kita hitung, berapa banyak pemberian Allah yang tak begitu kita hiraukan untuk diterimakasihi lantaran terlalu sibuk mengamati dan membanding-bandingkan dengan keberhasilan orang lain.
Kita menjadi tak sempat berbagi kebahagiaan bersama keluarga atas nikmat yang kita peroleh. Kita tak punya waktu untuk merasakan nikmat dan mengucap Alhamdulillah, dengan sepenuh jiwa. Kita menjadi tak begitu berminat untuk sekedar menunjukkan wajah bahagia dihadapan orang lain
Menurut para ulama,
Iri ini jelas-jelas penyakit hati. Dalam tingkat ini,kita mulai tidak suka melihat orang lain mendapatkan suatu nikmat. Saat penyakit iri hati muncul, kita sangat menginginkan nikmat itu hilang darinya. Kalau nikmat itu masih melekat pada mereka, rasanya hati tidak bisa terima. Pokoknya ada saja alasan yang membut kita mengatakan "dia tidak layak". Sebaiknya apabila nikmat itu hilang, hati ini menjadi plong, lega.
Allah swt mengingatkan, "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain (An-Nisa:32)
Jika dia melihat ahli surga karena banyak beramal dengan nikmat yang dimilikinya, kenapa tidak lebih baik iri atas amal shalihnya? sebaliknya jika itu urusan dunia, kenapa begitu aneh ngotot ingin menjadi seperti itu.
Iri hati adalah "Perampok kebahagiaan" yang bersembunyi didalam diri kita sendiri. orang-orang yang menghargai hidupnya sangat sadar betapa tak bergunanya sikap iri hati ini. Waktu yang habis oleh kesibukan memikirkan nikmat dunia yang diterima orang lain, sungguh sebuah ongkos yang terlalu mahal.
Waktu dan kehidupan yang berharga ini akan terus berjalan. Kebahagiaan yang hilang sebab keliru mengambil tindakan. tak akan pernah kembali. Tak akan pernah.
Belum lagi, ongkos yang harus dibayarkan itu berupa pertanggung jawaban akhirat kelak. TEntang seberapa rasa syukiur kita kepada nikmat Allah. Ketika kita semua ditanya
"Fabiayyi 'alaa irabbikumaa tukaddzibaan, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Bila iri selalu bercokol dihati, punya nyalikah kita untuk menjawab, "Ya Allah, sudah aku syukuri semua, sedikitpun tidak ada yang saya dustakan"
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika'
Oleh: Bambang Heri, SE
Nurul Hayat, Bacaan Hikmah Keluarga
Wassalamu'alaikum wr.Wb
Selama ini disadari atau tidak, kebahagiaan kita seringkali terengut oleh urusan-urusan yang tidak ada kaitannya dengan diri kita.
Kebahagiaan yang selalu kita dambakan, nyatanya sering kita patahkan sendiri.
Cobalah kita hitung, berapa banyak pemberian Allah yang tak begitu kita hiraukan untuk diterimakasihi lantaran terlalu sibuk mengamati dan membanding-bandingkan dengan keberhasilan orang lain.
Kita menjadi tak sempat berbagi kebahagiaan bersama keluarga atas nikmat yang kita peroleh. Kita tak punya waktu untuk merasakan nikmat dan mengucap Alhamdulillah, dengan sepenuh jiwa. Kita menjadi tak begitu berminat untuk sekedar menunjukkan wajah bahagia dihadapan orang lain
Menurut para ulama,
Iri ini jelas-jelas penyakit hati. Dalam tingkat ini,kita mulai tidak suka melihat orang lain mendapatkan suatu nikmat. Saat penyakit iri hati muncul, kita sangat menginginkan nikmat itu hilang darinya. Kalau nikmat itu masih melekat pada mereka, rasanya hati tidak bisa terima. Pokoknya ada saja alasan yang membut kita mengatakan "dia tidak layak". Sebaiknya apabila nikmat itu hilang, hati ini menjadi plong, lega.
Allah swt mengingatkan, "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain (An-Nisa:32)
Jika dia melihat ahli surga karena banyak beramal dengan nikmat yang dimilikinya, kenapa tidak lebih baik iri atas amal shalihnya? sebaliknya jika itu urusan dunia, kenapa begitu aneh ngotot ingin menjadi seperti itu.
Iri hati adalah "Perampok kebahagiaan" yang bersembunyi didalam diri kita sendiri. orang-orang yang menghargai hidupnya sangat sadar betapa tak bergunanya sikap iri hati ini. Waktu yang habis oleh kesibukan memikirkan nikmat dunia yang diterima orang lain, sungguh sebuah ongkos yang terlalu mahal.
Waktu dan kehidupan yang berharga ini akan terus berjalan. Kebahagiaan yang hilang sebab keliru mengambil tindakan. tak akan pernah kembali. Tak akan pernah.
Belum lagi, ongkos yang harus dibayarkan itu berupa pertanggung jawaban akhirat kelak. TEntang seberapa rasa syukiur kita kepada nikmat Allah. Ketika kita semua ditanya
"Fabiayyi 'alaa irabbikumaa tukaddzibaan, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Bila iri selalu bercokol dihati, punya nyalikah kita untuk menjawab, "Ya Allah, sudah aku syukuri semua, sedikitpun tidak ada yang saya dustakan"
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika'
Oleh: Bambang Heri, SE
Nurul Hayat, Bacaan Hikmah Keluarga
Wassalamu'alaikum wr.Wb
Thursday, May 13, 2010
Bermula dari Iblis
Assalamu'alaikum WrWb
Iblis laknatullah menjadikan syahwat manusia sebagai kendaraan utama dalam menyesatkan manusia
1. Syahwat Kepada Harta
- Harta itu manis, perburuan manusia terhadap harta sungguh sangat luar biasa dasyatnya. Manusia berbuat berlebih-lebihan dalam urusan harta. Harta tidak lagi diburu dengan tujuan mulia, yaitu untuk meningkatkan derajat kemanusiaan manusia dan sebagai sarana untuk penyempurnaan ibadah kepadaNya. Akibat harta manusia rela membuang nurani, mematikan akal sehat demi berebut harta, sikut menyikut dan saling fitnah menghiasi seluruh sepak terjang manusia.
Demi harta, manusia rela memperbudak sesama, demi harta, manusia rela memutus tali persaudaraan. demi harta pula manusia berani melawan orang tua. Puncaknya adalah ada manusia yang bersedia menghilangkan nyawa sesama hanya dalam perebutan harta.
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), Dan janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim. Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihat dengan ainul yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu megah-megahkan di dunia itu (QS- At Takasur 102:1-8)"
2. Syahwat Kepada Kekuasaan
Orang-orang terdahulu, para sahabat dan tabiin, beramai-ramai menghindar dari amanah kekuasaan. Bahkan ada ulama yang sampai dihukum karena menolak amanah kekuasaan. Mereka berbuat demikian karena menyadari bahwa kekuasaan itu adalah amanah yang sangat berat yang akan dimintai pertanggun jawaban dihadapan Nya kelak di hari akhir.
Kekuasaan mereka laksana gunung yang akan menjatuhi diri-diri mereka yang amat lemah, mereka menyadari akan hancur jika berani memegang amanah kekuasaan. Padahal mereka adalah pribadi-pribadi yang mulia yang sangat takut kepada Sang Maha Pencipta. Itulah manusia terdahulu, barisan orang-orang mulia dihadapanNya. Manusia yang sangat tahu diri.
Namun dizaman ini, manusia mulia sudah sangat langka, perilaku terhadap kekuasaan justru mengherankan. Sangat mengherankan. Kekuasaan menjadi obsesi banyak orang. Orang2 tidak pantas secara integritas, moral dan kecakapan beramai-ramai mengkampanyekan diri untuk memegang amanah kekuasaan. Tida ada rasa malu dan tahu diri. Amanah kekuasaan diperebutkan dengan uang, intrik dan tawar menawar. Membabi buta, berebut berpacu pada waktu untuk mengembalikan investasi, dengan cara apalagi kalau tidak dengan korupsi, manipulasi dan Iblis benar-benar sukses menggiring manusia ke Neraka, Naudzubillah
3. Syahwat Kepada Lawan Jenis
Alat utamanya wanita, kita saksikan di dunia modern wanita senang berpakaian seperti yang disampaikan Rasulullah SAW yaitu berpakaian tapi tidak berpakaian. Hampir-hampir tidak ada promosi bisnis yang tidak melibatkan wanita sebagai daya tariknya. Mulai dari promosi mobil mewah, hingga permen dan minuman murahan.
Pornografi mudah diakses semua lapisan usia hingga membuat anak-anak mencapai dewasa sebelum waktunya.
Kata Iblis "Pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) dimuka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya" (QS: Al-Hijr 15:39)
Sayangnya manusia terlalu silau dengan pandangan mata kepala atas kemilau dan pesona dunia. Manusia gagal menggunakan mata hati yang didalam dada. Jika hanya mata kepala yang melihat, sedang mata hati buta, maka penglihatan itu tidak fungsional untuk menebalkan keimanan dan memperbaiki akhlak diri. Dampaknya terus menerus terjerumus dalam berbagai kemaksiatan. Susah untuk menerima nasehat dan kebenaran.
FirmanNya: Maka apakah mereka berjalan dimuka bumi,k lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?
Karena sesunggunya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang ada didalam dada (QS: Al Hajj 22:46)
Pelepas dari Api Neraka
Maka Allah Ar Rohman-Ar-Rohim, menyeru kita orang-orang berIman. Seruan Indah yang akan menyelamatkan kita semua dari siksa api neraka.
Hai Orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan dari azab yang pedih? yaitu kamu beriman kepoada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan dalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dan memasukkan kamu ke tempat tinggal yang baik didalam jannah Adn Itulah keberuntungan yang besar (QS: ASh Shof 61:10-12). Bersambutlah seruan itu dalam jiwa kita?
Wassalamu'alaikum Wr.Wb
Sumber: Nurul Hayat ~ Bacaan Hikmah Keluarga
Iblis laknatullah menjadikan syahwat manusia sebagai kendaraan utama dalam menyesatkan manusia
1. Syahwat Kepada Harta
- Harta itu manis, perburuan manusia terhadap harta sungguh sangat luar biasa dasyatnya. Manusia berbuat berlebih-lebihan dalam urusan harta. Harta tidak lagi diburu dengan tujuan mulia, yaitu untuk meningkatkan derajat kemanusiaan manusia dan sebagai sarana untuk penyempurnaan ibadah kepadaNya. Akibat harta manusia rela membuang nurani, mematikan akal sehat demi berebut harta, sikut menyikut dan saling fitnah menghiasi seluruh sepak terjang manusia.
Demi harta, manusia rela memperbudak sesama, demi harta, manusia rela memutus tali persaudaraan. demi harta pula manusia berani melawan orang tua. Puncaknya adalah ada manusia yang bersedia menghilangkan nyawa sesama hanya dalam perebutan harta.
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), Dan janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim. Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihat dengan ainul yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu megah-megahkan di dunia itu (QS- At Takasur 102:1-8)"
2. Syahwat Kepada Kekuasaan
Orang-orang terdahulu, para sahabat dan tabiin, beramai-ramai menghindar dari amanah kekuasaan. Bahkan ada ulama yang sampai dihukum karena menolak amanah kekuasaan. Mereka berbuat demikian karena menyadari bahwa kekuasaan itu adalah amanah yang sangat berat yang akan dimintai pertanggun jawaban dihadapan Nya kelak di hari akhir.
Kekuasaan mereka laksana gunung yang akan menjatuhi diri-diri mereka yang amat lemah, mereka menyadari akan hancur jika berani memegang amanah kekuasaan. Padahal mereka adalah pribadi-pribadi yang mulia yang sangat takut kepada Sang Maha Pencipta. Itulah manusia terdahulu, barisan orang-orang mulia dihadapanNya. Manusia yang sangat tahu diri.
Namun dizaman ini, manusia mulia sudah sangat langka, perilaku terhadap kekuasaan justru mengherankan. Sangat mengherankan. Kekuasaan menjadi obsesi banyak orang. Orang2 tidak pantas secara integritas, moral dan kecakapan beramai-ramai mengkampanyekan diri untuk memegang amanah kekuasaan. Tida ada rasa malu dan tahu diri. Amanah kekuasaan diperebutkan dengan uang, intrik dan tawar menawar. Membabi buta, berebut berpacu pada waktu untuk mengembalikan investasi, dengan cara apalagi kalau tidak dengan korupsi, manipulasi dan Iblis benar-benar sukses menggiring manusia ke Neraka, Naudzubillah
3. Syahwat Kepada Lawan Jenis
Alat utamanya wanita, kita saksikan di dunia modern wanita senang berpakaian seperti yang disampaikan Rasulullah SAW yaitu berpakaian tapi tidak berpakaian. Hampir-hampir tidak ada promosi bisnis yang tidak melibatkan wanita sebagai daya tariknya. Mulai dari promosi mobil mewah, hingga permen dan minuman murahan.
Pornografi mudah diakses semua lapisan usia hingga membuat anak-anak mencapai dewasa sebelum waktunya.
Kata Iblis "Pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) dimuka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya" (QS: Al-Hijr 15:39)
Sayangnya manusia terlalu silau dengan pandangan mata kepala atas kemilau dan pesona dunia. Manusia gagal menggunakan mata hati yang didalam dada. Jika hanya mata kepala yang melihat, sedang mata hati buta, maka penglihatan itu tidak fungsional untuk menebalkan keimanan dan memperbaiki akhlak diri. Dampaknya terus menerus terjerumus dalam berbagai kemaksiatan. Susah untuk menerima nasehat dan kebenaran.
FirmanNya: Maka apakah mereka berjalan dimuka bumi,k lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?
Karena sesunggunya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang ada didalam dada (QS: Al Hajj 22:46)
Pelepas dari Api Neraka
Maka Allah Ar Rohman-Ar-Rohim, menyeru kita orang-orang berIman. Seruan Indah yang akan menyelamatkan kita semua dari siksa api neraka.
Hai Orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan dari azab yang pedih? yaitu kamu beriman kepoada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan dalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dan memasukkan kamu ke tempat tinggal yang baik didalam jannah Adn Itulah keberuntungan yang besar (QS: ASh Shof 61:10-12). Bersambutlah seruan itu dalam jiwa kita?
Wassalamu'alaikum Wr.Wb
Sumber: Nurul Hayat ~ Bacaan Hikmah Keluarga
Subscribe to:
Comments (Atom)
.jpg)