Assalamu'alaikum WrWb
Iblis laknatullah menjadikan syahwat manusia sebagai kendaraan utama dalam menyesatkan manusia
1. Syahwat Kepada Harta
- Harta itu manis, perburuan manusia terhadap harta sungguh sangat luar biasa dasyatnya. Manusia berbuat berlebih-lebihan dalam urusan harta. Harta tidak lagi diburu dengan tujuan mulia, yaitu untuk meningkatkan derajat kemanusiaan manusia dan sebagai sarana untuk penyempurnaan ibadah kepadaNya. Akibat harta manusia rela membuang nurani, mematikan akal sehat demi berebut harta, sikut menyikut dan saling fitnah menghiasi seluruh sepak terjang manusia.
Demi harta, manusia rela memperbudak sesama, demi harta, manusia rela memutus tali persaudaraan. demi harta pula manusia berani melawan orang tua. Puncaknya adalah ada manusia yang bersedia menghilangkan nyawa sesama hanya dalam perebutan harta.
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), Dan janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim. Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihat dengan ainul yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu megah-megahkan di dunia itu (QS- At Takasur 102:1-8)"
2. Syahwat Kepada Kekuasaan
Orang-orang terdahulu, para sahabat dan tabiin, beramai-ramai menghindar dari amanah kekuasaan. Bahkan ada ulama yang sampai dihukum karena menolak amanah kekuasaan. Mereka berbuat demikian karena menyadari bahwa kekuasaan itu adalah amanah yang sangat berat yang akan dimintai pertanggun jawaban dihadapan Nya kelak di hari akhir.
Kekuasaan mereka laksana gunung yang akan menjatuhi diri-diri mereka yang amat lemah, mereka menyadari akan hancur jika berani memegang amanah kekuasaan. Padahal mereka adalah pribadi-pribadi yang mulia yang sangat takut kepada Sang Maha Pencipta. Itulah manusia terdahulu, barisan orang-orang mulia dihadapanNya. Manusia yang sangat tahu diri.
Namun dizaman ini, manusia mulia sudah sangat langka, perilaku terhadap kekuasaan justru mengherankan. Sangat mengherankan. Kekuasaan menjadi obsesi banyak orang. Orang2 tidak pantas secara integritas, moral dan kecakapan beramai-ramai mengkampanyekan diri untuk memegang amanah kekuasaan. Tida ada rasa malu dan tahu diri. Amanah kekuasaan diperebutkan dengan uang, intrik dan tawar menawar. Membabi buta, berebut berpacu pada waktu untuk mengembalikan investasi, dengan cara apalagi kalau tidak dengan korupsi, manipulasi dan Iblis benar-benar sukses menggiring manusia ke Neraka, Naudzubillah
3. Syahwat Kepada Lawan Jenis
Alat utamanya wanita, kita saksikan di dunia modern wanita senang berpakaian seperti yang disampaikan Rasulullah SAW yaitu berpakaian tapi tidak berpakaian. Hampir-hampir tidak ada promosi bisnis yang tidak melibatkan wanita sebagai daya tariknya. Mulai dari promosi mobil mewah, hingga permen dan minuman murahan.
Pornografi mudah diakses semua lapisan usia hingga membuat anak-anak mencapai dewasa sebelum waktunya.
Kata Iblis "Pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) dimuka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya" (QS: Al-Hijr 15:39)
Sayangnya manusia terlalu silau dengan pandangan mata kepala atas kemilau dan pesona dunia. Manusia gagal menggunakan mata hati yang didalam dada. Jika hanya mata kepala yang melihat, sedang mata hati buta, maka penglihatan itu tidak fungsional untuk menebalkan keimanan dan memperbaiki akhlak diri. Dampaknya terus menerus terjerumus dalam berbagai kemaksiatan. Susah untuk menerima nasehat dan kebenaran.
FirmanNya: Maka apakah mereka berjalan dimuka bumi,k lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?
Karena sesunggunya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang ada didalam dada (QS: Al Hajj 22:46)
Pelepas dari Api Neraka
Maka Allah Ar Rohman-Ar-Rohim, menyeru kita orang-orang berIman. Seruan Indah yang akan menyelamatkan kita semua dari siksa api neraka.
Hai Orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan dari azab yang pedih? yaitu kamu beriman kepoada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan dalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dan memasukkan kamu ke tempat tinggal yang baik didalam jannah Adn Itulah keberuntungan yang besar (QS: ASh Shof 61:10-12). Bersambutlah seruan itu dalam jiwa kita?
Wassalamu'alaikum Wr.Wb
Sumber: Nurul Hayat ~ Bacaan Hikmah Keluarga
Thursday, May 13, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.jpg)
No comments:
Post a Comment